Blog Full Posts sidebar

Sort
  • All
  • Alumni Berprestasi
  • Berita Alumni
  • Berita Fakultas
  • CDC UI
  • Tracer Study
  • Perempuan Indonesia Mencapai Puncak Gunung Tertinggi Amerika Utara

    By alumni On Friday, June 17 th, 2022 · no Comments · In

    Nationalgeographic.co.id—Dua pendaki asal Indonesia akhirnya berhasil mencapai puncak gunung tertinggi Amerika Utara. Salah satu dari mereka adalah perempuan.

    Mereka berhasil menjejakkkan kaki di puncak Gunung Denali (Mount Denali) yang memiliki ketinggian 6.190 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada 9 Juni 2022 pukul 24.00 waktu Alaska. Waktu ini sama dengan tanggal 10 Juni 2022 pukul 15.00 WIB.

    Kedua pendaki tersebut adalah Putri Handayani dan Fandhi Achmad atau disapa Agi. Pendakian Gunung Denali di Denali National Park and Preserve, Alaska, Amerika Serikat, itu mereka lakukan selama 14 hari perjalanan.

    Mereka memulai pendakian dari basecamp Kahiltna di ketinggian 2.200 mdpl pada 28 Mei 2021. Pendakian Denali agak berbeda dengan kebanyakan gunung lainnya. “Untuk mencapai basecamp di gletser Kahiltna para pendaki harus menumpang pesawat jenis Otter yang merupakan satu-satunya moda transportasi ke sana.

    Para pendaki tidak ditemani porter. Oleh sebab itu, seluruh peralatan harus dibawa sendiri dengan menarik sled berisi seluruh perlengkapan dan membopong sisanya di backpack.

    Berat beban antara 40 sampai 60 kilogram yang harus dibawa menjadi tantangan para pendaki. Namun setidaknya taktik membagi barang dengan bakcpack dan sled seperti ini akan meringankan beban para pendaki saat menanjak maupun menurun.

    “Denali memiliki karakter salju tebal bahkan pada musim panas seperti saat ini,” kata tim Jelajah Putri, misi pendakian seorang alumni Universitas Indonesia ke 7 puncak tertinggi dunia, dalam keterangan tertulis.

    “Hujan salju bisa terjadi sewaktu-waktu sehingga bisa membuat tenda para pendaki tertimbun sampai ke atap. Jika sudah begini ditambah jarak pandang yang terbatas, jadwal pendakian bisa berubah dan tertunda beberapa hari.”

    Cuaca yang seringkali tidak bersahabat itu masih ditambah pula oleh suhu udara yang amat dingin. Tidak asing jika tiba-tiba termometer di sana menunjuk angka minus 20 derajat Celsius atau bahkan kurang. Oleh karena itu, pendakian gunung seperti Denali amat membutuhkan informasi cuaca yang akurat setiap hari.

    Dengan kondisi yang seperti ini, wajar bila waktu pendakian terhitung cukup panjang. Hampir setiap mencapai camp diperlukan waktu istirahat dan beradaptasi selama setidaknya satu hari.

    Pendakian oleh tim Jelajah Putri ini dilakukan melalui jalur West Buttress yang memiliki lima camp. Awal pendakian dimulai dari basecamp dengan ketinggian 2.200 mdpl. Selanjutnya mencapai camp 1 yang berada di ketinggian 2.400 mdpl, Camp 2 di 2.900 mdpl, Camp 3 di 3.400 mdpl, lalu Camp 4 di 4.150 mdpl.

    Strategi penyiapan logistik berubah ketika memasuki Camp 3 menuju ke Camp 4 dan selanjutnya dari Camp 4 ke Camp 5. Kedua pendaki memerlukan waktu sehari untuk meletakkan logistik di sepanjang jalur camp 3 menuju camp 4. Begitu pula halnya ketika melanjutkan pendakian dari camp 4 ke camp 5.

    Taktik cacheing logistic seperti ini penting untuk mengantisipasi jika pendakian terhambat oleh cuaca. Selain itu juga untuk mengurangi beban agar tidak terlalu berat sesampainya di Camp 5.

    Pendakian duet Putri dan Agi sampai di Camp 5 atau umumnya disebut high camp di ketinggian 5.200 mdpl pada hari ke-11, tanggal 7 Juni 2022. “Menuju Camp 5 menghabiskan waktu 10 jam. Besok kami akan beristirahat,” ujar Putri sesampainya di titik yang biasa disebut high camp itu.

    Setelah cukup beristirahat, keesokan harinya kedua pendaki yang pernah belajar ice and snow climbing di Mount Cook di Selandia Baru ini mulai melakukan summit push. Pendakian menuju puncak dikenal paling berat dan kerap makan korban. Salah satunya Matthias Rimml, pendaki Austria yang terjatuh dan tewas pada awal Mei lalu. Selain itu, pada musim pendakian tahun ini banyak pendaki gagal melakukan summit akibat diterpa oleh angin kencang yang mengakibatkan suhu drop sangat drastis di bawah 0 derajat Celsius.

    Pada Kamis pagi, 9 Juni 2022, waktu Alaska, cuaca di sekitar puncak cukup bagus, walaupun hujan salju masih terus turun. Suhu udara sangat dingin dan terasa menusuk tulang.

    Pada pagi itu Putri dan Agi berjalan perlahan melewati Denali Pass yang terkenal berbahaya. Di jalur ini tenaga para pedaki amat terkuras dan jurang yang dalam mengintai di kedua sisi. Setelah melewati Denali Pass, mereka melajutkan pendakian hingga di sisi Archdeacons Tower.

    Dari sini, lamat-lamat puncak tertinggi di Amerika Utara itu terlihat. Namun para pendaki masih harus mendaki lereng yang berhias jurang amat dalam di sisi kanan. Dalam mendaki, Putri dan Agi terikat satu sama lain menggunakan teknik running belay.

    Pendakian ke puncak melalui punggungan bersalju itu merupakan babak terakhir dengan jalur yang cukup panjang. Cukup menguras tenaga, ditambah lagi kondisi fisik yang drop akibat berhari-hari dicengkeram oleh suhu dingin.

    Kaki mereka sudah melangkah sangat jauh sampai di bumi Alaska yang buas. Perlahan demi perlahan mereka menjejak salju dengan sudut elevasi yang lumayan. Hingga kemudian tibalah mereka di ujung gunung dan tidak ada lagi elevasi. Rasa lelah, dingin, napas yang terengah-engah seakan hilang terbayar oleh pencapaian tertinggi tersebut.

    Bangga, haru, dan hanya ucapan puji syukur kepada Tuhan melintasi Putri dan Agi, setelah melalui proses latihan dan perjalanan panjang. Namun angin menerpa keduanya dengan amat kencang. Mustahil berlama-lama di puncak yang bisa mengakibatkan risiko fatal. Setelah mengabadikan momentum tersebut, keduanya segera kembali ke Camp 5.

    Putri Handayani sebelumnya telah melakukan pendakian Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika, yang berketinggian 5.895 mdpl pada 2016. Pada tahun yang sama ia juga berhasil menaklukkan puncak Gunung Cartenz Pyramid di Papua yang berketinggian 4.884 mdpl.

    Pada Juli 2017 giliran Mt. Elbrus di Rusia dengan ketinggian 5.642 mdpl yang dijejaki oleh peraih gelar sarjana Teknik Sipil Universitas Indonesia dan MBA dari Universitas Pittsburgh, Pennsylvania Amerika itu. Selanjutnya pada Februari 2018, ia menaklukkan Gunung Aconcagua di Argentina yang memiliki ketinggian 6.962 mdpl yang merupakan gunung tertinggi di Amerika Selatan sekaligus di benua Amerika.

    Misi berikutnya Putri, di sela-sela pekerjaannya sebagai Financial Controller di Schlumberger di Dubai, adalah menaklukkan Vinson Massif di ketinggian 4.892 mdpl sekaligus penjelajahan kutub selatan, lalu Mt. Everest selaku gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 mdpl serta kutub utara guna meraih “gelar” the Explorer’s Grand Slam. Jika misi Putri sukses, ini bakal jadi gelar pertama yang dipersembahkan bagi orang Indonesia.

  • drg. Oscar Primadi, MPH

    By alumni On Wednesday, June 15 th, 2022 · no Comments · In

    Alumni FKG UI (1979). Pada tahun 2018 Ia diangkat oleh Menteri Kesehatan RI, Ibu Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan.

  • Harry Mozarta Zen

    By alumni On Wednesday, June 15 th, 2022 · no Comments · In

    Harry Mozarta Zen aktif membantu kegiatan ILUNI UI, di antara lain mendukung program UI Connect, Millennial Start Up Festival, serta kegiatan ILUNI UI lainnya, dan aktif membina alumni UI di Telkom Indonesia. Saat ini beliau turut membantu kerjasama antara ILUNI UI dan Telkom Indonesia yang menghubungkan ILUNI UI dengan ILUNI UI Fakultas dan Wilayah dengan program Telkom-ILUNI UI Connectivity Indonesia.

  • Dies Natalis ke-72, Universitas Indonesia Menggelar Charity Golf Tournament

    By alumni On Monday, May 30 th, 2022 · no Comments · In

    Memperingati Dies Natalis ke-72, Universitas Indonesia menggelar Charity Golf Tournament pada Sabtu, 28 Mei 2022. Turnamen gol tahun 2022 ini adalah kali kedua penyelenggaraan untuk memperingati hari jadi Universitas Indonesia.

    Direktorat Pengembangan Karier Lulusan dan Hubungan Alumni (DPKHA) UI bekerjasama dengan Persatuan Golf Alumni UI (Pergola UI) menjadi penggagasnya. Turnamen diselenggarakan di Pondok Indah Golf Course, dengan jumlah peserta 138 orang yang diikuti oleh alumni UI, sivitas akademika, mitra dan sponsor turnamen.

    Dalam keterangan tertulis kepada Tempo, Ketua Panitia Turnamen Golf, Dien Anshari menjelaskan bahwa Charity Golf Tournament menjadi salah satu upaya Universitas Indonesia untuk menggalang dana abadi dan beasiswa bagi mahasiswa yang terdampak pandemi. Jumlah dana yang berhasil dikumpulkan melalui turnamen ini mencapai Rp 600 juta.

    UI akan memanfaatkan dana tersebut untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran di Universitas Indonesia, termasuk beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan biaya pendidikan dan mendukung seluruh kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang silaturahmi, meningkatkan keakraban dan kekeluargaan yang erat di kalangan alumni, sivitas akademika, dan mitra UI.

    Rektor UI, Ari Kuncoro, menjelaskan bahwa dana abadi merupakan salah satu penanda majunya suatu perguruan tinggi. Besarnya dana abadi, kata dia, mencerminkan tingginya tingkat relevansi suatu universitas dan kepercayaan masyarakat terhadap tujuan dan eksistensi universitas tersebut.

    “Sudah seharusnya dana abadi terus berkembang demi menjamin keberlangsungan peningkatan proses pembelajaran yang menjadi keunggulan Universitas Indonesia. Dana abadi harus dikelola dengan baik sehingga hasilnya dapat digunakan untuk mendukung Tridharma Perguruan Tinggi,” kata guru besar Fakultas Ekonomi tersebut.

    Dien Anshari menambahkan bahwa turnamen ini dapat terselenggara setelah adanya dukungan mitra dan sponsor yang selama ini menjadi pemangku kepentingan di Universitas Indonesia. Bukan hanya dukungan dana, tetapi juga dukungan dalam ide sampai pelaksanaan acara.

    “Sejumlah sponsor seperti Paragon Corp, Bank Mandiri, Moratelindo, BNI, BCA, Samudera Indonesia, Hutama Karya, Pertamina, Telkom, Bukit Asam, Indika Energy, MyRepublic, Bank Tabungan Negara, Lembaga Penjamin Simpanan, Indofood, Pondok Indah Golf Club, dan lain-lain, serta Persatuan Golf Alumni UI (Pergola UI) memberikan dukungan dan kontribusi luar biasa atas keberhasilan turnamen kali ini,” kata Dien Anshari.

  • Masa depan ada di tangan Anda!

    By alumni On Wednesday, April 27 th, 2022 · no Comments · In

    Mari rancang masa depan yang lebih cerah melalui investasi Reksa Dana.

    Reksa Dana Pendapatan Tetap BNI-AM Makara Investasi:

    📌 Indikasi Imbal Hasil:

    Historical 1 tahun (Mar’21-Mar’22):

    • Kenaikan NAB: 1,22% net
    • Pembagian Dividen: 4,82% net
    • Total: 6,04% net

    📌 Fitur Produk:

    • Indikasi pembagian hasil investasi tunai bulanan.
    • Risiko tersebar pada puluhan aset dasar, dikelola secara aktif.
    • Aset Dasar mayoritas pada Obligasi Korporasi & Negara.

    Manajer Investasi: PT BNI Asset Management

    Reksa Dana BNI-AM Makara Investasi dibeli melalui :

    1. Di Bank BNI Kantor Cabang terdekat.
      Informasi produk & klasifikasi risiko dapat dilihat pada https://bit.ly/FFSBNI-AMMAKARA
      Jangan lupa cek profil risiko Anda untuk kesesuaian produk dan dapatkan informasi produk lainnya melalui https://bit.ly/INVESTASIBNI
      Informasi dan transaksi investasi dapat menghubungi Cabang BNI atau BNI Mobile Banking.
    2. Di BNI SEKURITAS melalui Aplikasi BIONS
      Nikmati kemudahan BIONS berupa : monitor perkembangan investasi , top-up & mencairkan Reksa Dananya langsung melalui handphone..

    Nah.. Gampang kan. Jadi tunggu apa lagi!  Yuk, Mulai berinvestasi di Reksa Dana BNI-AM Makara Investasi Sekarang juga!

  • Sambut Hari Bumi, ILUNI UI Tanam 5.000 Vetiver di Kampus UI Depok

    By alumni On Wednesday, April 27 th, 2022 · no Comments · In

    Depok, 22 April 2022 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) melalui Community Development Center dan Alumni Peduli Center (APC) melakukan peluncuran program menanam 5.000 Vetiver (Vetiveria zizanioides) atau Akar Wangi di Danau Puspa, UI Depok, Jumat (22/4). Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bumi.

    “Sesuai tema Hari Bumi 2022, Invest our Planet, ini adalah upaya ILUNI UI mengambil peran dalam menjaga bumi dengan menginvestasikan kegiatan yang mendukung Sustainable Development Goals,” ungkap Andre dalam sambutannya di acara peresmian, Jumat (22/4).

    Selain itu, Andre mengatakan, kegiatan ini menjadi komitmen ILUNI UI untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan alam UI. Saat ini, diketahui enam danau yang berada di UI menjadi tempat perlambatan jalur air dari Puncak Bogor menuju Jakarta. Daerah laluan air tersebut kemudian mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, serta menjadi daerah yang rawan longsor.

    Lebih lanjut, Andre menekankan pentingnya merealisasikan program pembangunan yang mempertimbangkan Environmental Social Governance (ESG). Program “Vetiver untuk Bumi” melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Yayasan Kita Jaga Alam (KJA) yang memberikan dukungan penyediaan bibit vetiver.

    “Program penanaman vetiver ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret untuk ikut memelihara dan mengembangkan lingkungan alam kampus UI. Menjaga air juga masuk dalam presidensi G20. Ini peran kita dengan bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan seperti KLHK, BNPB, dan organisasi seperti KJA,” imbuh Andre.

    Ketua Dewan Pembina Yayasan Kita Jaga Alam (KJA) Doni Monardo mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiasi dari kegiatan “Vetiver untuk Bumi”. Menurutnya, Hari Bumi adalah momentum untuk kembali merefleksikan apa kontribusi yang telah diberikan untuk menjaga bumi. Dia juga memaparkan, vetiver yang bentuknya alang-alang efektif sebagai tanaman untuk menjaga tanah karena akar serabutnya mencapai beberapa meter ke dalam tanah.

    “Hari ini dengan menanam pohon mengingatkan kita akan pentingnya merawat bumi bersama-sama. Upaya ini tidak bisa dilakukan sendirian. Kita semua harus ikut membantu agar bumi tidak makin parah,” kata dia.

    Menambahkan Doni, Ketua KJA yang juga wartawan senior Egy Massadiah mengungkapkan komitmennya dalam mendukung kegiatan “Vetiver untuk Bumi” di UI. “Dalam acara Vetiver Untuk Bumi yang bertepatan dengan Hari Bumi 22 April 2022 di kampus UI ini, kami memberi dukungan 5.000 tanaman vetiver untuk ditanam di UI, khususnya sekitar kawasan danau UI,” tuturnya.

    Direktur Direktorat Pengembangan Karir Lulusan dan Hubungan Alumni (DPKHA) UI Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD. menyampaikan apresiasi atas inisiasi yang dilakukan ILUNI UI untuk menjaga lingkungan UI. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan kepedulian ILUNI UI dan UI terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Dia pun memaparkan, sejak 2010 UI telah merintis UI Green Metric sebagai indikator bahwa kampus harus peduli lingkungan.

    “Menjadi smart dan green campus itu harapan kita. Terima kasih kepada ILUNI atas aktivitas yang luar biasa jadi penanda bahwa kita punya kesadaran untuk merawat bumi,” ujar dia.

    Ketua Community Development Center ILUNI UI Indri L. Juwono mengatakan, program ini merupakan salah satu terobosan melalui solusi berbasis alam dengan melibatkan komunitas yang peduli lingkungan di kawasan kampus UI. Selain KJA, ILUNI UI juga melibatkan komunitas-komunitas lingkungan di UI yang hari ini diwakili Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia (Menwa UI) dan Kamuka Parwata Fakultas Teknik Universitas Indonesia (KAPA FTUI).

    “Bersama komunitas lingkungan di UI kami mengadakan Komitmen Komunitas untuk terus terlibat menjaga bumi dan merawat alam UI. Harapannya kegiatan ini tidak hanya terlaksana hari ini tapi upaya menjaga alam dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ucap Indri.

    Sementara itu, Ketua APC Missi Lawalata menambahkan, ke depan, ILUNI UI juga berencana untuk menanam bibit vetiver di berbagai lokasi yang lain. “Akar Wangi ini sangat dibutuhkan untuk mencegah sedimentasi. Kegiatan penanaman akan dilanjutkan setelah hari ini hingga semua bibit vetiver tertanam di Danau Puspa,” pungkasnya. (*)

Goto :